Negara tetangga Indonesia ini adalah sebuah negara kota yang luasnya hanya sekitar 700 KM2. Meskipun ukurannya termasuk mini, Singapura terletak di lokasi yang sangat strategis di salah satu titik persilangan dunia. Hal ini juga menjadikannya sebagai pelabuhan tersibuk di dunia, dengan lebih dari 600 jalur pelayaran. Pesatnya perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negara yang memiliki simbol Singa (The Merlion) ini, menjadikannya sebagai satu-satunya negara maju di kawasan Asia Tenggara.

Berada di antara Indonesia dan Malaysia, negara Singapura beriklim sama dengan kedua negara tersebut, yaitu Iklim Tropis, hangat, dan lembab sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata sekitar 23oC – 32oC. Musim hujan biasanya dimulai dari bulan November hingga Januari.

Perbedaan waktu antara Singapura dan Indonesia (WIB) adalah 1 jam (WIB+1). Zona waktu Singapura termasuk dalam zona GMT+8.

Pemerintah Singapura menjalankan sistem pemerintahan republik parlementer, dimana kekuasaan pemerintahan berada di tangan Perdana Menteri. Perdana Menteri Singapura saat ini adalah Lee Hsien Loong, yang adalah anak dari Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura sejak tahun 1959 sampai 1990.

Penduduk Singapura berjumlah hampir 5 juta jiwa. Sebagian besar penduduknya berasal darisuku Cina 77%, diikuti oleh suku Melayu 14%, dan suku India 8%, serta suku lainnya 1% seperti orang asing dari negara Barat dan lain-lain. Bahasa kenegaraan di negara ini adalah Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris. Tetapi, Bahasa Mandarin dan Tamil pun sering didengar dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, pemerintah singapura mengakui keempat bahasa ini, contohnya pengumuman di dalam MRT (Mass Rapid Transit) akan diulang sebanyak empat kali menggunakan tiap bahasa ini.

Sekolah Dasar dan Menengah

 

Secara umum, lamanya pendidikan dasar di Singapura sama dengan di Indonesia yaitu 6 tahun, terdiri dari program dasar selama 4 tahun dan diikuti oleh program orientasi selama 2 tahun. Pada akhir tahun keenam,, pelajar akan mengikuti ujian PSLE (Primary School Leaving Examination). Kurikulum yang diajarkan lebih memfokuskan pada pengajaran Bahasa Inggris, bahasa ibu seprti Bahasa Cina, Melayu, Tamil, serta pelajaran Matematika, Pengetahuan Alam, Musik, Seni rupa dan kerajinan tangan, olahraga dan pendidikan sosial.

Setelah lulus ujian PSLE, pelajar meneruskan ke sekolah menengah dalam kurikulum O. Level selama 4 tahun atau N Level selama 5 tahun, sesuai dengan kemampuan individu. Kurikulum ini mencakup Bahasa Inggris, bahasa ibu seprti Bahasa Cina, Melayu, Tamil, Matematika, Science, dan Humanities. Pada tahun ketiga, pelajar dapat memilih untuk mengambil kelas Kesenian, Science, Ilmu tata niaga, atau teknik. Ujian akhir yaitu, Singapore – Cambridge General pelajar dilatih dan diajarkan cara berpikir kritis.

 

Sekolah International

 

Sekolah dengan System pendidikan asing yang memakai kurikulum negara asal masing-masing haruslah terdaftar di Departemen Pendidikan (Ministry of Education) Singapura. Kriteria penerimaan berbeda-beda setiap sekolah, meliputi kewarganegaraan dan kecakapan berbahasa.

 

Pra-Universitas (Junior College)

 

Setelah menyelesaikan ujian GCE O Level, untuk mempersiapkan diri memasuki kurikulum universitas, pelajar dapat memilih mendaftar ke Pra-Universitas (Junior College) atau langsung ke ITE (Institutes of Technical Education) atau politeknik. Pra-Universitas atau yang lenih dikenal dengan sebutan Junior College atau disingkat JC ini berdurasi 2 tahun. Kurikulum terdiri dari 2 pelajaran wajib yaitu general paper dan salah satu dari bahasa ibu (Cina, Melayu, atau Tamil), serta maksimum 4 General Certificate of Education Advanced (GCE A Level) dan dapat melanjutkan ke tahun pertama universitas di Singapura.

 

ITE (Institutes of Technical Education) & Politeknik

 

Untuk pelajar yang telah menyelesaikan ujian GCE O Level atau GCE N Level, pilihan lainnya selain daripada masuk ke JC, adalah ITE dan Politeknik. Keduanya memiliki durasi belajar selama 3 tahun pada tingkat Diploma; yang membedakan adalah persyaratan untuk mendaftar. Politeknik memiliki persyaratan masuk yang lebih tinggi dibandingkan dengan ITE. Kebanyakan pelajar Indonesia mendaftar ke Politeknik dibandingkan ke ITE.

Biaya Pendidikan Politeknik berkisar antara SGD$15.000-SGD$20.000 per tahun.

 

Universitas Negri

 

Biaya pendidikan untuk jenjang pendidikan ini berkisar antara SGD$15.000-SGD$18.000 (tuition grant) atau SGD$24.000-SGD$26.000 (non-tution grant) per tahun.

 

Institusi Swasta

 

Untuk Bachelor degree di institusi swasta rata-rata biayanya adalah SGD$20.000-SGD$25.000 per tahun.