Foundation Program

Program foundation adalah program matrikulasi yang dirancang khusus bagi mahasiswa internasional untuk mengisi celah perbedaan standard pendidikan dan pengetahuan di negara asal dengan negara tujuan. Program ini diberikan kepada siswa yang akan mengambil jenjang Bachelor (Sarjana) maupun Master (Pascasarjana) di universitas yang bertaraf internasional.

Jenjang ini mempersiapkan siswa dengan pengetahuan dasar yang dibutuhkan sebelum mereka lanjut ke jurusan yang mereka akan tempuh di tahun pertama.

Meskipun program ini adalah program matrikulasi dan persiapan menuju ke universitas, namun perkuliahannya akan dilakukan di dalam universitas, tidak diinstusi luar kampus. Kalian bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan mereka yang sudah menjadi mahasiswa terlebih dahulu.

Why Foundation program?

Di jenjang undergraduate, program ini diperuntukkan juga bagi siswa yang masih bingung dengan pilihan jurusan yang akan mereka ambil di universitas. Ada kalanya siswa terlambat mengetahui potensi diri mereka, hingga mereka belum begitu cocok untuk mengambil jurusan tertentu.

Program ini membantu mereka mengetahui potensi dan minat pribadi, sehingga kedepannya mereka tidak akan salah langkah dalam memilih jurusan yang terbaik bagi mereka. Mata kuliah yang ditawarkan juga adalah mata kuliah dasar, tidak spesifik, dan bersifat umum, sehingga dari sini mereka jadi lebih tahu kecenderungan mereka lebih berbakat di bidang apa. Bakat mereka yang terlihat memudahkan Student Advisor untuk mengetahui jurusan yang terbaik untuk mereka. Siswa diberikan waktu sendiri untuk berkonsultasi dengan student advisor tiap minggunya.

Tuition Fee?

Hampir sama dengan foundation program, tuition fee untuk diploma program juga lebih rendah dibandingkan tuition fee di universitas. Untuk biayanya berkisar mulai dari USD 16,000 – 25,000 (IDR 215jt-330jt) tergantung dari negara dan institusi yang menyelenggarakannya.

Mengikuti program matrikulasi ini juga merupakan investasi juga,

 

, biaya yang mereka keluarkan untuk mengikuti program ini adalah sebuah investasi berharga. Melalui program ini mereka akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk diterima di universitas tujuan, memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan sistem perkuliahan di luar negeri, sehingga mereka bisa mendapatkan nilai dan performa di atas rata-rata saat mereka sudah berada di universitas.

Entry Requirements?

Entry requirements yang dibutuhkan untuk masuk ke program foundation biasanya cukup mudah. Pada umumnya kalian hanya membutuhkan:

  • Tergantung kalian mendaftar dari kelas XI atau XII, kalian perlu menyertakan semua raport hingga semester terakhir, dengan nilai rata-rata yang cukup.
  • IELTS 5.5 (no band below 5.0)/iBT 52.

Syarat diatas merupakan syarat yang wajib dipenuhi, namun terkadang universitas memiliki kebijakan sendiri-sendiri untuk syarat masuknya.

Namun jika siswa hanya memiliki nilai bahasa Inggris dan akademik yang lebih rendah, mereka akan ditempatkan diprogram dengan durasi yang lebih lama

Diploma Program

Program diploma pathway berbeda dengan diploma yang ditawarkan di perkuliahan di Indonesia. Program ini adalah program matrikulasi yang dirancang khusus bagi mahasiswa internasional sebagai jembatan antara program di negara asal dan program di negara tujuan. Program ini juga dikhususkan untuk menyamakan standard pendidikan dan pengajaran sebelumnya dengan pendidikan yang akan ditempuh di jenjang selanjutnya. Program ini diberikan kepada mereka yang akan mengambil jenjang Bachelor (Sarjana) maupun Master (Pascasarjana) di universitas internasional. Jenjang ini mempersiapkan siswa dengan pengetahuan dasar yang dibutuhkan sebelum mereka lanjut ke jurusan yang mereka akan tempuh di tahun kedua.

Program diploma ini banyak ditawarkan oleh universitas terkemuka di dunia, dan tidak sedikit pula yang bekerjasama dengan ELC Education.

Why Diploma Program?

Program diploma disediakan bagi mahasiswa internasional yang masih belum/tidak bisa melengkapi persyaratan untuk masuk langsung/direct entry ke jenjang yang ada di universitas tujuan. Syarat masuknya lebih rendah dibandingkan dengan syarat masuk ke universitas, sehingga calon mahasiswa punya jaminan untuk segera berangkat ke universitas tujuan.

Di jenjang undergraduate, program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang masih bingung dengan pilihan jurusan yang akan mereka ambil di universitas, namun sudah sedikit ada bayangan tentang jurusan umumnya. Sebagai contohnya, seorang anak sudah tertarik untuk mengambil jurusan bisnis, namun masih belum tahu akan mengambil commerce, finance, accounting, dsb.

Program ini membantu mereka untuk mengetahui potensi dan minat pribadi, sehingga kedepannya mereka tidak akan salah langkah dalam memilih jurusan yang terbaik bagi mereka. Mata kuliah yang ditawarkan juga adalah mata kuliah dasar, tidak spesifik, dan bersifat umum, sehingga dari sini mereka jadi lebih tahu kecenderungan mereka lebih berbakat di bidang apa. Bakat mereka yang terlihat memudahkan Student Advisor untuk mengetahui jurusan yang terbaik untuk mereka. Siswa diberikan waktu sendiri untuk berkonsultasi dengan student advisor tiap minggunya. Masing-masing universitas memiliki kebijakan, dan biasanya paling sedikit adalah 5 jam dalam seminggu termasuk dengan konsultasi masalah kesulitan selama belajar.

Tuition Fee?

Tuition fee untuk foundation program biasanya lebih rendah dibandingkan dengan biaya masuk ke universitas. Untuk biayanya berkisar mulai dari USD 10,000 – 20,000 (IDR 130jt-260jt) tergantung dari institusi yang menyelenggarakannya.

Menurut banyak siswa ELC yang sudah mengikuti program Foundation, biaya yang mereka keluarkan untuk mengikuti program ini adalah sebuah investasi berharga. Melalui program ini mereka akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk diterima di universitas tujuan, memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan sistem perkuliahan di luar negeri, sehingga mereka bisa mendapatkan nilai dan performa di atas rata-rata saat mereka sudah berada di universitas.

Saya lulusan D-III ingin melanjutkan S2. Apakah bisa?

Semakin banyaknya kesempatan untuk mengambil studi di luar negeri, semakin banyak pula animo pelajar yang ingin belajar di luar negeri. Salah satu cara untuk bisa menimba ilmu di negeri orang adalah dengan menggunakan beasiswa. Beasiswa merupakan salah satu cara yang paling diminati pelajar di Indonesia. Maka tidak mengherankan jika menurut statistik LPDP seperti yang dikutip dari antaranews.com, “Dari 2013 sampai dengan 2014, sebanyak 54.227 orang mendaftar untuk beasiswa S2 dan S3, dan yang diterima sebanyak 4.580 orang.”

 

LPDP merupakan salah satu penyedia beasiswa di Indonesia. Namun, di samping lembaga tersebut, masih banyak penyedia beasiswa baik dari pemerintah Indonesia maupun dari luar negeri. Jenis beasiswa tersebut juga beragam, ada yang menanggung semua biaya yang dibutuhkan selama masa studi, ada juga yang hanya menanggung setengah biayanya saja. Sangat menggiurkan bukan?

 

Syarat paling penting untuk mendapatkan LoA?

Untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah. Tahap demi tahap harus dilalui, sebelum benar-benar diakui sebagai penerima beasiswa luar negeri. Penyedia beasiswa mempunyai aturan tersendiri bagi para pelamarnya. Pada umumnya, pelamar diharuskan memiliki IELTS/TOEFL, standard nilai IPK, dan beberapa diantaranya mewajibkan untuk menulis essay. Setelah persyaratan tersebut dipenuhi, bukan berarti semuanya akan berjalan mulus. Calon mahasiswa masih harus menunjukkan bukti telah diterima di universitas atau biasa disebut LoA.

 

Untuk mendapatkan LoA, calon mahasiswa postgraduate harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah lulus program sarjana, yang mana di Indonesia rata-rata programnya memiliki durasi antara 3 hingga 4 tahun seperti contohnya dikutip dari Newcastle University, Inggris.

 

Bagaimana dengan gelar D3 atau D4?

Kedua gelar tersebut BISA untuk mengambil gelar Master di luar negeri. Namun dengan catatan, gelar D-III harus mengikuti alih jenjang ke program S1 atau D-IV terlebih dahulu atau melalui jenjang pathway (premaster atau postgraduate pathway). Mengutip dari Kepmendiknas Nomor 178/U/2001 di Indonesia, gelar D-III tidaklah setara dengan gelar sarjana, tidak seperti program D-IV. Sebutan profesional untuk gelar D-III adalah Ahli Madya (A.Md), sedangkan untuk D-IV adalah Sarjana Sains Terapan (S.ST). Durasi kedua gelar tersebut pun berbeda, D-III selama 3 tahun, D-IV selama 4 tahun.

 

Dua gelar tersebut, diberikan bagi mereka yang mengambil jenjang dari pendidikan vokasi di suatu perguruan tinggi. Pada dasarnya pendidikan vokasi tidak sama dengan pendidikan akademik. Subjek yang dipelajari pun berbeda, vokasi lebih kepada mata kuliah keahlian, sedangkan akademik lebih ke arah keilmuan.

 

Dengan penjelasan di atas, diharapkan tidak ada lagi kerancuan mengenai masa depan D-III dan D-IV dalam mengambil Master di luar negeri. Mahasiswa lulusan program D-III disarankan untuk mengambil program alih jenjang terlebih dahulu untuk mendapatkan gelar Sarjana. Sedangkan mahasiswa dari program D-IV bisa langsung mendaftar mengikuti persyaratan yang diberikan oleh masing-masing universitas dari luar negeri. Sebagai contohnya, lulusan Program D-IV Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara bisa meneruskan untuk mengambil jurusan Master of Science in Accounting di George Mason University, Amerika Serikat yang telah terakreditasi AACSB.