Amerika Serikat hingga saat ini tetap menjadi salah satu negara favorit pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan. Alasan utama mengapa Amerika tetap menjadi favorit adalah karena mutu pendidikan yang sudah tidak diragukan lagi. Kualitas pendidikan maupun pengajar yang sudah terpercaya membuat gelar dari universitas unggulan di Amerika diakui dan diterima secara luas di dunia.

 

Amerika Serikat adalah negara federal yang terdiri dari 50 negara bagian (state). Amerika Serikat berbatasan dengan Kanada dan Meksiko. Amerika Serikat memiliki 9 zona waktu dikarenakan luas wilayah yang sangat besar. Amerika Serikat adalah negara ke 3 terluas setelah Rusia dan Kanada apabila dilihat dari luas daratan dan lautan. Untuk iklim, Amerika Serikat adalah negara dengan 4 musim, tetapi karena luas wilayah yang sangat besar, perbedaan suhu udara antara Utara Selatan Barat Timur cukup signifikan.

Community College USD 6,500 – 15,000

Undergraduate Program USD 15,000 – 55,000

Graduate Program USD 20,000 – 60,000

 

Untuk sistem pendidikan di Amerika Serikat, sekolah dasar dan menengah dapat diselesaikan dalam kurun waktu 12 tahun. Primary school/sekolah dasar dan secondary school/sekolah menengah gratis untuk warga Amerika Serikat apabila sekolah tersebut adalah milik pemerintah. Untuk sekolah swasta/private school, biaya yang dibutuhkan kurang lebih USD 45.000/tahun. Setelah lulus sekolah selama 12 tahun dan mendapatkan high school diploma, maka siswa dapat mendaftar ke college atau universitas. Untuk mendapatkan gelar bachelor, umumnya waktu yang diperlukan sekitar 4 tahun.

 

Di Amerika Serikat, ada beberapa tipe college/universitas. State college/university adalah badan pendidikan yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah negara bagian atau pemerintah setempat. Sekolah yang dimiliki pemerintah umumnya memiliki biaya kuliah yang lebih terjangkau dan lebih murah daripada private college/universitas. Private college/universitas adalah badan pendidikan yang dimiliki dan dikelola swasta. Satu lagi tipe college yang tak kalah menarik adalah community college. Community college yang dikenal juga sebagai public college menawarkan program studi 2 tahun pertama dari universitas. Setelah selesai dari community college selama kurang lebih 2 tahu, maka siswa bisa transfer tahun ke 3 universitas. Kelebihan dari community college adalah untuk dari segi biaya, community college lebih murah daripada state college/university. Selain itu umumnya community college menawarkan program bahasa Inggris intensif dan program menarik lainnya.

 

Untuk waktu kuliah di Amerika Serikat, umumnya sekolah dimulai pada bulan Agustus-September. 1 tahun kuliah biasanya dibagi menjadi 2 term (semester) dan beberapa ada dibagi menjadi 3 atau 4 term.

 

Bagi siswa yang sudah mendapatkan gelar bachelor dan ingin melanjutkan studi, siswa dapat melanjutkan ke program master. Program master umumnya membutuhkan waktu 2 tahun untuk menyelesaikannya. Setelah mendapatkan gelar master, siswa dapat melanjutkan lagi ke jenjang berikutnya yaitu program doctoral/PhD.

 

Untuk program PhD, kemampuan siswa dalam menulis thesis akan diuji. Thesis yang ditulis oleh siswa akan mendapatkan penilaian apakah siswa tersebut bisa lulus atau tidak. Program doctoral umumnya membutuhkan waktu antara 3-6 tahun untuk diselesaikan.

Visa Application Fee USD 160

SEVIS Fee USD 200

 

Untuk bisa bersekolah di Amerika Serikat maka siswa butuh visa pelajar. Visa pelajar di Amerika Serikat dibagi menjadi dua, yaitu F dan M visa. F visa digunakan bagi mereka yang mengambil jenjang perkuliahan di universitas sedangkan M visa digunakan bagi mereka yang hanya mengambil program pelatihan di vocational-technical school. Dalam pengurusan visa pelajar, yang membedakan dengan negara lain adalah adanya SEVIS fee disamping visa fee sendiri.

 

The Student and Exchange Visitor Information System atau yang disingkat dengan SEVIS merupakan online data yang dikumpulkan dari semua pelajar internasional yang ada di Amerika Serikat, data ini digunakan oleh Department of Homeland Security untuk memantau Student and Exchange Visitor Program (SEVP)-sekolah yang sudah bersertifikasi, pelajar yang berstatus F atau M yang datang ke Amerika Serikat untuk belajar di sekolah tersebut.

 

Selain visa, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah asuransi kesehatan. Uang asuransi kesehatan umumnya digabungkan dengan uang sekolah. Salah satu kebijakan sekolah di Amerika Serikat adalah siswa wajib untuk membayar uang asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan menjadi hal yang penting dikarenakan biaya kesehatan yang sangat mahal di Amerika Serikat. Dengan adanya uang asuransi kesehatan, maka keadaan siswa lebih terjamin ketika siswa sakit.

Living Cost USD 8,000 – 12,000

 

Pilihan akomodasi pelajar di Amerika Serikat cukup bervariasi. Siswa bisa memilih untuk tinggal di homestay, apartment, atau asrama sekolah tergantung dari budget yang diinginkan.

 

Residence Hall merupakan salah satu akomodasi yang dikelola oleh universitas, yang disediakan bagi siswa sehingga mereka mendapatkan tempat tinggal yang mendukung kegiatan akademik dan  serta pengembangan pribadi tiap individu. Dengan memilih tempat tinggal ini, siswa akan diberikan akses ke semua fasilitas dan aktivitas kampus. Perlu diketahui bahwa beberapa universitas hanya memperbolehkan mereka yang memiliki durasi studi dua tahun atau lebih saja yang boleh tinggal di Residence Hall. Di beberapa universitas, mereka akan menutup Residence Hall pada saat liburan sehingga alangkah baiknya apabila siswa menyediakan dana lebih untuk tempat tinggal sementara apabila Residence Hall ditutup.

 

Apartemen atau private housing adalaha tipe akomodasi yang cocok bagi siswa yang lebih menyukai lingkungan tinggal yang independen dan ingin lebih mengenal masyarakat Amerika di sekitarnya. Biasanya private housing berada jauh dari kampus dan untuk menyiasati agar dapat harga lebih murah, siswa umumnya berbagi tempat dengan teman-temannya.

 

Untuk biaya hidup di Amerika Serikat, umumnya siswa bisa mengeluarkan USD 1.500-2.000/bulan, tergantung dengan gaya hidup dari siswa tersebut dan di daerah mana siswa tersebut sekolah. Biaya ini sudah termasuk biaya makan, transportasi, telekomunikasi, internet, tempat tinggal, dan biaya untuk kehidupan sehari-hari lainnya.

 

Berbeda dengan beberapa negara lainnya, para pemegang F-1 visa (pelajar full time) tidak dapat langsung bekerja paruh waktu di luar kampus sebelum 1 tahun masa perkuliahannya. Namun, pelajar bisa langsung bekerja di dalam kampus tanpa melapor dahulu ke US Citizenship and Immigration Services (USCIS).

 

Sedangkan untuk pemegang M1 visa, mereka tidak bisa melakukan pekerjaan paruh waktu selain untuk menunjang program yang tengah mereka ambil. Dalam seminggu biasanya pelajar diberikan waktu tidak boleh lebih dari 20 jam, dan 40 jam saat liburan. Pelanggaran ketentuan ini mengakibatkan pendeportasian pelajar tersebut.

 

Salah satu poin penting yang didapatkan oleh pelajar pemegang F-1 visa setelah menempuh program yang berdurasi lebih dari sembilan bulan, yaitu mereka diperbolehkan oleh USCIS untuk bekerja sesuai dengan bidang keahliannya untuk mempraktekkan apa yang mereka pelajari selama masa kuliah. Periode ini disebut OPT (Optical Practical Training).